Loner is...

Loner is...

Kamis, 17 Juli 2014

#18 Juli 2014
Akhirnya semua itu terjadi,ketakutan yang selama ini menyelimutiku.Kengerian yang selalu mengusik tidurku.Kemarin dengan sedikit jenuh niatku ke warnet untuk melihat hasil pengumuman kelulusan SBMPN.Berjuta-juta harapan besar telah kugantungkan,semua harapan dan do'a setiap hari tak lupa aku panjatkan.Mungkin hanya kehendak Tuhan yang beda,seperti tombak yang menancap dan ditarik pelan-pelan.
Nomor Peserta SBMPTN 2014 : 2145501597
Nama Peserta : AHMAD SAIFUL
Tanggal Lahir : 09/08/1995
 
Anda dinyatakan tidak lulus seleksi SBMPTN 2014.

Senin, 23 Juni 2014

#22 Juni 2014
Lalu untuk apa semua ini sebenarnya.Untuk apa semua usaha-usaha yang sebelumnya aku lakukan.Jika pada kenyataannya seperti ini,dan akhirnya pun sama saja.Aku tetap dipecundangi oleh kenyataan.Menjadi seorang pecundang untuk kesekian kalinya.Entahlah apa lagi yang harus aku lakukan,aku sudah menyerah.Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan jika pada kenyataannya harus seperti ini.Meskipun aku lolos tes SBMPTN,aku akan tetap terbebani.Karena kondisi ekonomi keluargaku yang pas-pasan.Dan sebaliknya jika gagal,beban itu akan menjadi semakin berat.Itu berarti aku harus merubah semua rencana dalam hidupku yang telah aku sunsun rapi sebelumnya.Mungkin aku hanya bekerja untuk menjadi operator warnet yang gaji per-bulannya tidak lebih dari Rp 480.000.Itu tidak cukup,apakah aku harus bekerja di pabrik?.Aku hanya tamatan SMA,tanpa skill yang dibutuhkan dalam dunia industri.Semua ini menjadi semakin buram dan tidak jelas.Sejak apa yang dikatakannya kemarin.Ya,semuanya akan semakin buram dan tidak jelas.Dan aku sudah siap untuk jatuh kedalamnya,untuk kesekian kali.Menjadi seorang pecundang sesungguhnya.Aku siap menerima kenyataan bahwa aku tidak lolos tes SBMPTN.Aku siap menerima celaan,hinaan mereka.Aku siap kembali ke dunia gelap itu lagi.Karena kenyataannya,semua ini hanya sia-sia.Aku dilahirkan tidak untuk menikmati kebahagiaan dan kemenangan.Aku hanya akan bergulat bersama kegagalan dan keputusasaan dalam hidupku.

Minggu, 22 Juni 2014

#22 Juni 2014
Pernah merasakan cinta yang sudah pupus dan tumbuh kembali?.Itu yang aku rasakan sekarang,sejak pertama bertemu dia di Malang kemarin semua berubah berbalik arah.Dari tujuanku beralih menyerangku .Dan sasarannya,jelas hatiku.Tidak ada yang berubah darinya semenjak 2 tahun belakangan ini.Masih tetap cerewet dan berlesung pipit.Entah apa yang aku rasakan waktu itu,kami bertemu kembali.Lebih tepatnya dipertemukan oleh keadaan yang tepat.Di sebuah warung mie ramen,dan kebetulan aku baru pertama kali memakan makanan ini.Sebelumnya hanya aku ketahui dalam anime-anime jepang,terutama Naruto.Kami duduk berhadapan,aku merasa asing dengan tatapannya kepadaku.Seperti ada sekat,tak bebas seperti dulu lagi saat SMA dan saat kami menikmati masa-masa indah.Mungkin kabar dari temanku benar,dia masih belum bisa move on dari seseorang yang menjadi kakak kelas di kampusnya.Dan salahku juga,bagaimanapun kaca yang telah pecah tak akan menimbulkan bayangan yang utuh dan indah lagi.

Sabtu, 21 Juni 2014

#17 Juni 2014
Pukul 05.25,hari selasa.Aku sudah terbangun di kota Malang,tepatnya menginap di kontrakan temanku yang sudah berkuliah di universitas yang menjadi impianku Universitas Negeri Malang.Seperti biasa aku selalu gugup dengan moment-moment penting yang ada dalam hidupku.Kali ini moment yang sangat menentukan arah jalan hidupku selanjutnya,apakah harus kuteruskan atau kembali menjadi seorang "brandal".Sekitar 5 jam aku mengikuti kegiatan SBMPTN,sedikit "ndeso" memang.Hanya untuk mencari ruanganku ujian saja aku membutuhkan waktu sekitar 20 menit.Padahal ruang ujian yang sedang aku cari sudah 3 kali aku memutarinya.Yang lebih parahnya lagi,aku disibukkan dengan adanya lift di gedung tempatku tes.Alhasil ada 2 kali aku naik turun lantai karena salah memncet tombol lift.Untuk menghindari malu,aku keluarkan saja jurus kepolosanku dengan cara pura-pura mebuka tas dan mengobrak abrik isinya (seperti sibuk mencari sesuatu,padahal sibuk mengkamuflasekan keadaan).Alhamdulilah semua soal mampu aku kerjakan dengan lancar.Masalah itu benar atau salah aku percaya tuhan sudah mengatur sebelumnya.Pengumuman kelulusan tanggal 17 Juli,semoga usaha dan do'aku selama ini tidak akan sia-sia.amin ya rabbal alamin.

Selasa, 06 Mei 2014

Ombak Kelabu part 1



~Ombak Kelabu~
Deru ombak sore yang berbaur dengan dua hati yang saling berguncang.Keegoisan mulai mencuat dan mencari celah-celah relung batin yang resah karena dunia.
     “Maaf Mas,ini semua Laras lakukan bujan untuk kebaikan kita saja.Kita sudah melangkah sejauh ini,dan Laras semakin takut.Laras takut mengecewakan mereka,terutama Ibu.Laras semakin tidak nyaman ketika beliau mengetahui bahwa kita masih bersama”.
Akhirnya saat-saat itu dating dan hinggap dalam kehidupanku.Siap untuk merenggut semua yang telah lama aku pertahankan.Keputusan yang diamini oleh sepihak.
     “Lantas,apakah kau akan mengakhiri semua ini? Semua yang sudah kita susun bersama dari awal?.Sepertinya baru kemarin saja kau begitu bersemangat dengan semua ini Laras.Tetapi hari ini semangatmu seperti hilang tersapu ombak dan hilang entah kemana.”
     “Mas Bram boleh berkata apa saja tentang Laras,kali ini Laras memang menjadi seorang pengecut yang sesungguhnya.”
     “Ya,benar.Kali ini kau bukan Larasku yang biasanya kukenal.Bukan lagi Larasku yang menyatu dengan hatinya.Lalu kau yakin dengan keputusanmu kali ini?” aku tak ingin menunjukkan sedikitpun kesedihan kepadanya.
     “Besok pagi Laras ke Bogor,keluarga Laras dan Bang Iwan akan bertemu.Mereka akan menentukkan hari jadi kami.”
     “Haruskah secepat itu?”
     “Cepat atau lambat semua ini akan terjadi Mas,maafkan Laras.Mungkin di luar sana sosok yang melebihi Laras akan lebih pantas bersanding dengan Mas Bram nantinya.Hanya itu yang Laras ingin sampaikan pada Mas Bram,selebihnya Laras sangat minta maaf pada Mas Bram.Hari sudah gelap,Laras izin pamit pulang.”